Minggu, 10 Juli 2011

sekedar bercerita.

ya, hanya sekedar bercerita..
cerita2 yang terjadi sehari2.
tepatnya mulai tanggal 4 juli 2011.
tepat dimana umur saya tepat 24 tahun.
tepat dimana rencana itu betul2 terealisasi.

Ya, hani fatimah, anak pertama dari kakak saya yang kedua.
akhirnya bersekolah di solo di kelas 5 SD ta'mirul Islam.
sebenarnya orang tuanya ingin hani masuk SDIT di Solo, tapi kuota penuh katanya.
atau dengan kata lain, hani akan kesulitan mengkondisikan diri dengan kelas 5 di SDIT karena sebelumnya hani sekolah di sekolah SD Negeri kecil di daerah pesisir di lampung Barat. tak ada pelajaran Bahasa Arab, hafalan Qur'an, Fiqih, dll..

Hani akhirnya sekolah di Solo.
Kenapa akhirnya?
Karena:
1. Hani lahir di Jakarta sehingga dekat sekali dengan mbah putrinya. saking dekatnya, sudah dari SD kelas 1 minta sekolah bareng mbah nya di Jakarta. tapi oleh orang tua nya tidak di acc karena masih kecil dan hani adalah anak pertama. sampai akhirnya dia tidak bisa lagi menahan keinginnannya untuk tinggal dengan mbah nya. karena sekarang mbah nya pindah ke solo, akhirnya kelas 5 dibolehkan orang tuanya sekolah di Solo sementara orang tua nya dan 2 adiknya tinggal di lampung.
2. Hasil diskusi mba saya (Ummi nya hani) yang khawatir dengan potensi hani yang tidak terasah jika sekolah di Lampung. kualitas SD Negeri kecil di daerah kecil, bia terbayang bagaimana kualitas guru dan keberjalanan kurikulum. walaupun ummi dan abi nya adalah Guru SMP tetap saja tidak akan mampu mengakomodir potensi anaknya.
3. Lingkungan teman2 yang tidak kondusif. dengan kata lain, rusak kata mba saya. Namanya juga daerah terpencil, dengan adat asli daerah tersebut dan dengan rata2 orang tua yang tidak "sekolah" akhirnya anak-anak nya pun kadang tidak terkendali. Intinya jika anak dibiarkan bermain dengan lingkungan tersebut tanpa pengawasan ketat dari orang tua, bisa kacau balau dunia persilatan.hehe
4. Harapannya, dengan sekolah di solo, hani bisa lebih baik dari sisi akademis, sisi akhlak, dan bisa tercapai apa yang selama ini dia mimpikan, tinggal bersama Mbah nya.. di sisi lain, Ibu saya akan memiliki semangat hidup yang lebih karena cucunya akhirnya tinggal bersamanya.. (entahlah, terkadang kita melihat ada ikatan kuat diantara mbah dan cucu nya yang tidak terlihat tapi terasa sangat kuat)

Nah, konsekuensi nya:
1. Di Solo, saya tinggal bersama Bapak saya yang sudah sepuh, Ibu yang sudah sepuh tapi masih cukup energik, adik perempuan yang masih kuliah semester 6 dgn segudang aktivitas kampus, dan saya sendiri sedang studi magister yang terkadang sibuk sana sini untuk mencari sesuap nasi..hehe, lebay. tepatnya, menambah income untuk bayar spp magister yang gak sedikit (kalo ini curcol. haha :D :D). OK..dengan menambah 1 penduduk kelas 5 SD yang masih harus adaptasi, harus extra membagi waktu, tenaga, dan pikiran.
2. Mengkondisikan seorang anak yang berasal dari SD Negeri kecil di daerah yang cukup terpencil ke SD Islam di Kota besar yang cukup baik peringkatnya di tingkat Kota, tidaklah mudah. Artinya perlu banyak belajar tentang memahami psikologi anak transisi remaja, tentang dunia persekolahan SD yang udah lama gak menyentuh, perlu rajin-rajin komunikasi ke sekolah dan wali kelas nya tentang perkembangan adaptasi dan akademis hani, Intinya perlu konsentrasi tingkat tinggi khusus ini.
3. Banyak berdoa, belajar, dan sabar karena saya baru sadar tentang arti 1 kalimat yang selama ini hanya terngingang2 : "Anak adalah amanah Allah" . Ya, saya baru betul2 menyadari nya.

Kenyataan yang terjadi:
Inilah yang akan saya bagi cerita nya di Blog ini (insyaallah)..tentang lika liku nya, tentang bingungnya, crowdednya, dan tentang solusi nya. Karena yang saya yakin, setiap anak punya teori masing-masing dalam tumbuh kembangnya.
Semoga keputusan untuk menyekolahkan hani di Solo dengan mbahnya dan jauh dari orang tuanya adalah keputusan yang terbaik untuk semua terutama untuk hani sendiri.
Yang pasti proses yang terjadi sebisa mungkin natural, tidak mempresure banyak pihak terutama hani sendiri, dan yang terpenting hani bisa nyaman dengan proses yang akan terus dia alami..

##
Sekedar bercerita dimulai :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar